Relay


Saya telah banyak mencari artikel atau bacaan bacaan mengenai relay, tapi hasilnya tidak seperti yang saya inginkan karena terlalu sedikit untuk dipelajari, apalagi untuk relay khusus yang ingin saya pelajari yaitu relay kaki 5, untuk itu saya menulis blog ini untuk memberi sekedar sedikit informasi mengenai relay yang sering dipakai dalam rangkaian elektronika arus lemah, misalnya dalam elektronika analog, digital, sistem kendali interfacing, maupun menggunakan mikropocessor.

Definisi Relay

Relay adalah perangkat elektris atau bisa disebut komponen yang berfungsi sebagai saklar elektris, Cara kerja relay adalah apabila kita memberi tegangan pada kaki 1 dan kaki ground pada kaki 2 relay maka secara otomatis posisi kaki CO (Change Over) pada relay akan berpindah dari kaki NC (Normally close) ke kaki NO (Normally Open). Relay juga dapat disebut komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relay merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup.

                Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka. Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik.

Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :

• Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar.

• Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.

Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbaik yaitu anoda pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.

Konfigurasi dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu:

  • Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu
  • Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu
  • Change Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup, tetapi ketika relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak yang lain.

Bagaimana cara mengetahui pin pada relay…….?

  1. Langkah pertama untuk mengetahui posisi dan nama pin relay adalah dengan menghadapkan bagian yang terdapat 3 pin pada penglihatan kita atau menghadapkan pada wajah kita, yang pertama pin paling kiri adalah pin 1 yaitu disambungkan ke vcc, yang kedua pada bagian tengah yaitu pin CO (Change Over), dan yang ketiga adalah pin 2 yaitu pin yang disambungkan ke arah ground atau komponen lain selain jalur vcc,
  2. Langkah kedua adalah menentukan pin NC dan NO, pin NC adalah pin yang sejajar dengan pin 1 untuk vcc, sedangkan pin NO adalah pin yang sejajar dengan pin 2 .
relay

relay

Gambar Relay beserta skematik kaki atau pinnya

Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta kekuatan relay men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay. Misalnya relay 12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih aman.Relay jenis lain ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off).

Fungsi dan Jenis-jenis Relay dalam bidang Elektronika

Relay merupakan komponen elektronika yang dapat mengimplementasikan logika switching. Relay yang digunakan sebelum tahun 70an, merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. Setelah tahun 70-an digantikan posisi posisinya oleh PLC.

Fungsi Relay
Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi – fungsi berikut :

- Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dengan tambahan pengendali dari jarak jauh

- Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan, Contoh : starting relay pada mesin mobil

- Pengatur logika kontrol suatu sistem

Jenis – jenis Relay
Seperti saklar, relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang dimilikinya. Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay, Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact.
Berikut ini penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw :

  • DPST (Double Pole Single Throw)
  • SPST (Single Pole Single Throw)
  • SPDT (Single Pole Double Throw)
  • DPDT (Double Pole Double Throw)
  • 3PDT (Three Pole Double Throw)
  • 4PDT (Four Pole Double Throw)

Mudah-mudahan bacaan ini dapat menambah referensi, ilmu dan membantu anda dalam menyelesaikan tugas, kritik dan saran sangat dibutuhkan. Terima kasih…… :) .