Membandingkan penyajian berita kriminal antara dua Koran


Artikel kali ini akan membahas tentang perbedaan cara penyajian berita antara koran kompas dengan koran poskota. Perlu diingatkan kembali bahwa dalam menyajikan sebuah berita yang baik adalah dengan kalimat dan kata kata yang baik pula supaya enak untuk dibaca oleh pembaca

Koran Poskota

Pada kasus berikut ini adalah kasus pembunuhan dengan korban yang ditembak oleh penembak misterius. Dilihat dari judulnya saja sudah terlihat kurang enak untuk dibaca yaitu pada kata “ Didor ”, seharusnya pada kata tersebut dapat diganti dengan kata “ Tewas ditembak “ atau “ Ditembak “ saja . Apalagi pada saat menyajikan perkataan yang diucapkan oleh polisi ,yaitu :

“……..Kami masih mengejar seorang pria yang sempat menjemput korban ke rumahnya. Identitas pria tadi sudah diketahui,”kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko…..).

Koran ini menuliskan “ kata “ seharusnya yang benar adalah “ Menurut “ atau “ Ujar “ atau bisa juga “ Ucap “.Selain itu ada kata yang salah ketik yaitu kata mengatakan menjadi mengutakan , atau bisa saja mengutarakan menjadi mengutakan .Hahahaha….

Lalu ada lagi kalimat seperti ini :

“…….Medis RS bergegas memberikan pertolongan namun nyawanya gagal diselamatkan. ” Korban tewas di rumah sakit. Kabar itu pun sampai ke isterinya Yanti. Isterinya yang melapor ke polisi……..”

Harusnya untuk memberi tahu nama seseorang harus memakai kata tambahan (….yang bernama….),atau bisa dengan menambahkan tanda koma sebelum nama ( Yanti ) Seharusnya kata (………isterinya yang melapor polisi …..) harus nya sebelum kata isterinya harus ditambah kata (“…lalu…”)

Menurut saya sebenarnya koran poskota memiliki ciri khas dalam penyajian berita kriminalnya ,yaitu menyajikan kata kata baru yang dibuat buat (seperti kata “ Didor “ diatas )dan bahkan ada juga yang tak ada dalam kamus Bahasa Indonesia ,mungkin Koran ini sangat disukai dan mungkin menarik bagi pembaca yang suka dengan penulisan yang aneh seperti itu atau kurang tahu tata cara penulisan yang baik , tapi apabila Koran poskota dibaca oleh pembaca yang mengerti dengan tata cara penulisan sebuah karya tulis atau mengerti tata cara penulisan Berbahasa Indonesia yang baik , koran ini merupakan Koran yang tidak bagus untuk dibaca bagi pembaca itu sendiri ,apalagi seharusnya yang namanya koran berita harus menyajikan berita yang enak untuk dibaca tentunya dengan bahasa indonesia yang baik dan benar sehingga dapat diterima dengan baik oleh setiap pembaca  .

Sumber : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/01/sebelum-didor-novayana-dijemput-seorang-lelaki

Koran KOMPAS

                Berbeda dengan Koran kompas dengan judul “ Tangerang paling rawan kejahatan ”,dari judulnya saja sudah berbeda jauh kesannya dengan judul dari koran Poskota apabila dibaca oleh pembaca , Pada Koran ini setiap perkataan yang diucapkan polisi atau sumber terkait ada yang diberi tanggal walaupun tak semua sumber diberi tanggal ini membuktikan bahwa Koran ini terpercaya dan memberikan informasi yang kurang lebih 100% detil .

Walaupun terdapat singkatan yang menurut saya terbilang baru yaitu “ Curat ” yang kepanjangannya adalah kasus pencurian dengan pemberatan ,bacaan ini sudah masuk dalam bacaan yang baik untuk dibaca.

Sumber : http://serpong.kompas.com/berita/detail/869/tangerang.paling.rawan.kejahatan

Jadi kesimpulannya dalam setiap penulisan berita, penulisannya tidak terkesan menggurui hanya sebagai pengingat untuk pembaca khususnya dan untuk masyarakat kebanyakan pada umumnya.

One thought on “Membandingkan penyajian berita kriminal antara dua Koran

  1. Ping balik: Saviokung

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s