741 Op-Amp, Light Sensor / 741 Light Dark Sensor


Gambar diatas merupakan gambar rangkaian dari Light Dark Sensor ,rangkaian ini jika di implementasikan ke masyarakat kita dapat membuat lampu penerangan yang secara otomatis akan menyala jika hari sudah mulai malam atau kita dapat membuat sendiri untuk penerangan ruangan dirumah kita jika dirumah kita listriknya mati /sedang dalam perbaikan oleh PLN .

Daftar Komponen

Analisa Secara Blok Diagram

Bagian Aktivator adalah bagian yang berfungsi mengaktivkan seluruh bagian yaitu bagian input ,proses ,dan output. Sumber tegangan 12 volt merupakan aktivator bagian input ,proses ,dan output yang dapat kita dapatkan dari baterai atau adaptor yang telah disesuaikan tegangannya dengan rangkaian ini tentunya.

Bagian Input adalah bagian yang akan menerima inputan (misalnya dalam rangkaian ini inputan yang digunakan yaitu sinar ,karena rangkaian ini menggunakan LDR) ,sebenarnya dalam bagian ini bisa dibagi lagi menjadi 2 bagian untuk lebih detailnya yaitu sumber input dan media input .Sumber input pada bagian ini adalah sinar ,sedangkan media input pada bagian ini adalah LDR. Selain komponen LDR pada bagian ini juga terdapat beberapa resistor yang berfungsi untuk pembagi tegangan untuk masukan ke IC nanti dan ada resistor variable atau potensiometer yang berfungsi sebagai pengatur kesensitivitasan dari LDR saat menerima cahaya .

Bagian Proses adalah bagian yang akan memproses masukan dari input ,komponen pada bagian ini adalah IC 741 .Pada bagian IC 741 saat kondisi terang ,tegangan pada pin 2 kaki IC lebih besar dari pin 6 kaki IC ( tegangan pada pin 6 kaki IC tidak sampai 12 v / kurang dari 12 v ), dikarenakan resistansi LDR yang semakin mengecil, sehingga transistor tidak terbias oleh tegangan dari pin 2 sehingga tidak mengaktifkan komponen Relay yang akan aktif jika diberikan tegangan sebesar 12 volt.Pada keadaan LDR diberi kondisi gelap ( dalam kondisi ini nilai resistansi dari LDR semakin besar), tegangan pada pin 2 kaki IC turun dan pin 6 kaki IC naik ( saat dicoba menggunakan multitester ) , disebabkan karena semakin bertambahnya nilai resistansi dari LDR, hal ini menyebabkan terpicunya pin 2 pada kaki IC sehingga transistor terbias, tegangan melewati pin 6 menuju R4 lalu ke transistor sehingga tegangan tersebut langsung disalurkan ke Relay untuk mengaktifkan relay (relay aktiv dan posisi pada jalurnya berubah ke led yang ke-2) , LED 2 pun akhirnya menyala dan LED 1 mati .

Bagian Output adalah hasil dari rangkaian tersebut yaitu nyala LED-nya, kita dapat melihat kondisi LED pada saat gelap dan terang .Sebenarnya pada rangkaian ini ,kita hanya diperlihatkan pada perubahan jalur pada relay-nya saat kondisi berbeda ,itu saja.

Analisa Secara Keseluruhan

Rangkaian yang memakai tegangan sebesar 12 v ini kondisi awalnya / dalam kondisi pertama dapat dilihat dengan menyalanya lampu ( LED 1 ) keadaan ini dapat dikatakan keadaan normal atau dalam kondisi LDR terkena sinar, tapi rangkaian ini pun juga akan bekerja jika LDR diberikan kondisi gelap ( lampu LED 1 mati dan LED 2 menyala ), Rangkaian ini dapat disebut sebagai alat sensor cahaya (Light Dark Sensor).

Pada keadaan LDR dalam kondisi terkena sinar / cahaya ( dalam kondisi ini nilai resistansi dari LDR semakin kecil ), lampu ( LED 1 ) menyala karena pada kaki anoda LED 1 tersambung dengan salah satu kaki Relay yang teraliri langsung dengan sumber tegangan sehingga lampu / LED-nya menyala, pada bagian R2 dan R3 merupakan bagian pembagi tegangan yang berfungsi untuk menyesuaikan sensitivitas pada sensor, bagian ini juga dapat disebut sebagai koneksi antara LDR dengan potensiometer yang difungsikan untuk mengatur kesensitivitasan LDR dengan cara memutar potensiometer. Pada bagian IC tegangan pada pin 2 kaki IC lebih besar dari pin 6 kaki IC ( tegangan pada pin 6 kaki IC tidak sampai 12 v / kurang dari 12 v ), dikarenakan resistansi LDR yang semakin mengecil, sehingga transistor tidak terbias oleh tegangan dari pin 2 sehingga tidak mengaktifkan komponen Relay yang akan aktif jika diberikan tegangan sebesar 12 volt

Pada keadaan LDR diberi kondisi gelap ( dalam kondisi ini nilai resistansi dari LDR semakin besar), tegangan pada pin 2 kaki IC turun dan pin 6 kaki IC naik ( saat dicoba menggunakan multitester ) , disebabkan karena semakin bertambahnya nilai resistansi dari LDR, hal ini menyebabkan terpicunya pin 2 pada kaki IC sehingga transistor terbias, tegangan melewati pin 6 menuju R4 lalu ke transistor sehingga tegangan tersebut langsung disalurkan ke Relay untuk mengaktifkan relay dan LED 2 pun akhirnya menyala dan LED 1 mati

Cara Kerja 741 Light Dark Sensor

Pertama sambungkan sumber tegangan positif dengan knob positif warna merah, juga sambungkan sumber tegangan negatif dengan knob negative , nyala lampu pada L1 menunjukkan bahwa prinsip NC pada relay berfungsi dengan baik. Setelah kita mengetahui L1 telah menyala ,lalu langkah kedua adalah dengan memberikan kondisi gelap pada sensor ( LDR ), Jika L1 mati dan L2 menyala berarti prinsip NO pada relay berfungsi dengan baik. Untuk menambah kesensitivitasaan dari LDR maka kita dapat memutar potensiometer dalam posisi ditengah tengah max dan min.

Alat ini juga dapat dicoba dalam ruangan, tidak hanya kita tekan saja sensornya.

Sumber : http://www.sentex.ca/~mec1995/circ/sensor2.htmhttp://www.discovercircuits.com/, and blognya nenek-nenek

Baca juga semua penulisan di Electronics Project , semoga bermanfaat.

8 thoughts on “741 Op-Amp, Light Sensor / 741 Light Dark Sensor

  1. R. T. Antony

    Mau tanya, kalau kebalikannya yaitu siang relay aktif dan malam relay tidak tidak aktif. bisakah dipertukarkan antara R1 dan LDR?

    Suka

    Balas

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s