Tugas mencari Jurnal Karya Tulis Ilmiah


Berikut ini adalah contoh jurnal karya tulis ilmiah

ALAT PENGONTROL AKTIVITAS PINTU DENGAN MENGGUNAKAN KARTU RVID

Septhian Haddy Susanto
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Program Teknik Elektronika

Abstract

RFID (Radio Frequency Inditifacition) atau Indentifikasi Frekuensi Radio Adalah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah suatu benda yang biasa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk dengan tujuan untuk adentifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas microchip silicon dan antena. Keamanan ruangan yang memuat suatu informasi, barang berharga, dan data penting. Maka dibutuhkan sebuah system yang dapat melakukan identifikasi terhadap pengguna yang akan mengakses ruangan tersebut.

Kata Kunci : RFID, AT89S52, Kunci magnetic

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi sekarang semakin pesat. Dan teknologi saat ini dirasakan sangat membantu dan mempermudah manusia. Dalam beberapa tahun terakhir ini teknologi identifikasi berbasis frekuensi radio (Radio Frequency Identification) berkembang pesat. RFID (Radio Frequency Inditifacition) atau Indentifikasi Frekuensi Radio Adalah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah suatu benda yang biasa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk dengan tujuan untuk adentifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas microchip silicon dan antena. Keamanan ruangan yang memuat suatu informasi, barang berharga, dan data penting. Maka dibutuhkan sebuah system yang dapat melakukan identifikasi terhadap pengguna yang akan mengakses ruangan tersebut. Sehingga dapat mencegah pengaksesan ruangan oleh orang yang tidak berhak. Sehingga timbul rasa aman dalam benak pemilik tersebut.

Pembatasan dan Perumusan Masalah

Dilihat dari masalah tersebut, perancangan alat pengontrol aktivasi pintu dengan menggunakan kartu RFID. Maka rumusan masalah di sini adalah : “Bagaimanakah merancang alat pemgontrol aktivasi pintu dengan menggunakan kartu RFID ?”

LANDASAN TEORI

A. RFID

RFID adalah proses indentifikasi seseorang atau objek dengan menggunakan frekuensi radio. Frekuensi radio digunakan untuk membaca informasi dari sebuah alat kecil yang disebut tag atau transponder. RFID reader (pembaca RFID) akan mengenali suatu alat yang kompatibel ketike mendeteksi sinyal yang digunakan. Teknologi yang identifikasi yang fleksibel ini mudah digunakan dan sangat cocok untuk operasi otomatis. Tag RFID tidak memiliki energi, antenalah yang mengambil tenaga dari reader dan akan memodulasi medan magnet untuk berkomunikasi mengirim data ke reader. Frekuensi kerja RFID adalah: LF (Low Fre-kuensi) yaitu sekitar 125 KHz, HF (High Frekuensi) yaitu sekitar 13.56 MHz, UHF (Ultra High Frekuesi) yaitu 860-960 MHz, dan Microwave yaitu 2.45 GHz.

1. ID 12 (Pembaca / reader RFID)

Pembaca RFID adalah alat yang kompatibel dengan tag RFID yang akan berkomunikasi menggunakan frekuensi radio dengan tag. RFID reader ID 12 ini mempunyai antenna internal, frekuensi kerjanya 125 KHz dan dapat membaca tag pada jarak 12 cm.

2. Tag RFID

Tag RFID adalah alat yang dibuat dari rangkaian elektronika dan antena yang terintegrasi di dalam rangkaian. Tag tersusun dari microchip yang berfungsi untuk menyimpan yang disatukan dengan lilitan antena.

B. Mikrokontroler AT89S52

Mikrokontroler adalah komputer keping tunggal (single chip computer) yang memiliki kemampuan untuk diprogram dan digunakan untuk tugas-tugas yang berorientasi control. Selain itu mikroprosesor yang dibuat dengan metode VLSI (Very Large Scale Integration) sehingga kepadatan komponen yang tinggi dengan tujuan untuk melakukan pengecilan terhadap sistem yang berbasis mikroprosesor.
Mikrokontroler adalah satu kemasan (single chip) yang didalamnya terdiri dari CPU, memori berupa RAM antar muka (interface)serial dan parallel, timer dan fasilitas interupsi.
Mikrokontroler AT89S52 adalah versi terbaru yang merupakan mikrokomputer CMOS 8 bit dengan 8 Kbyte Flash Programable dan Erasable Read Only Memory (PEROM).

1. Konfigurasi Pin Mikrokontroler AT89S52

Mikrokontroler AT89S52 memiliki 40 buah pin. Umumnya kemasan mikrokontroler ini adalah DIP (Dual In Line Packaged).
a. Pin 1 sampai 8
Pin 1-8 merupakan port I yang menjadi saluran (bus) dua arah input/output 8 bit.dengan internal pull-up yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan dapat mengendalikan empat input TTL.
b. Pin 9
Merupakan masukan reset (aktif tinggi untuk dua siklus mesin.
c. Pin 10 sampai 17
Port 3 merupakan saluran (bus) I/O 8 bit dua arah dengan internal pull-up yang memiliki fungsi pengganti.
d. Pin 18 dan 19
Jalur ini merupakan masukan ke panguat osilator berpanguat tinggi.
e. Pin 20
Merupakan ground sumber tegangan yang diberi simbol gnd.
f. Pin 21 samp[ai 28
Pin ini merupakan port 2 yang menjadi saluran (bus) I/O dua arah 8 bit dengan internal pull-up.
g. Pin 29
Program Store Enable (PSEN’) merupakan sinyal pengontrol untuk mengakses program memori eksternal yang masuk ke dalam saluran (bus) selama proses pemberian atau pengambilan instruksi (fetching).
h. Pin 30
Address Latch Enable (ALE)/PROG’ merupakan penahan alamat memori eksternal (pada port 1) selama mengakses ke memori eksternal. Pin ini juga sebagai pulsa (sinyal) input program (PROG) selama pemograman.
i. Pin 31
eksternal Access Enable (EA) merupakan sinyal kontrol untuk pembacaan memori program.
j. Pin 32 sampai 39
Port 0 merupakan saluran (bus) I/O 8 bit open collector yang dapat digunakan multipleks bus alamat rendah dan bus data selama adanya akses ke memori program eksternal.
k. Pin 40
Merupakan sumber tegangan positif yang diberi simbol Vcc, +5 volt.

2. Register-register Mikrokontroler AT89S52

Register merupakan penampung data sementara yang terletak di dalam CPU. Mikrokontroler AR89S52 mempunyai register-register sebagai berikut :

a. Accumulator (Register A)
Accumulator merupakan sebuah register 8 bit yang menjadi pusat dan operasi accumulator termasuk didalamnya operasi aritmatika dan operasi logika.
b. Register B
Register ini mempunyai fungsi yang sama dengan register A.
c. Program Counter (PC)
Pencacah program (Program Counter) merupakan sebuiah regiater 16 bit yang selalu menunjukan lokasi memori dan instruksi yang akan diakses.
d. Data Pointer
Data pointer atau DTPTR merupakan register 16 bit yang terletak di alamat 8211 untuk DPL dan 83H untuk DPH.
e. Stack Pointer (SP)
Stack Pointer merupakan sebuah register 8 bit yang mempunyai fungsi khusus sebagai penunjuk alamat atau data yang berada paling atas pada operasi penumpukan (stack)di RAM.
f. Program Status Word
Register ini berisi beberapa bit status yang mencerminkan keadaan mikrokontroler.
g. Power Control Register
Power control register (PCON) terdiri atas beberapa macam bit control dengan konfigurasi .

3. Mode Pengalamatan

Mode pengalamatan menunjukkan pada bagaimana pemograman mengalamati suatu lokasi memori. Setiap mode pengalamatan memberikan fleksibilitas khusus yang sangat penting. Mode pengalamatan ini meliputi immediate addressing, direct addressing, dan indirect addressing. Mode pengalamatan Immediate Addressing sangat umum dipakai kerena harga yang akan disimpan dalam memori langsung mengikuti kode operasi dalam untuk disimpan.

4. Instruksi Pemograman MCS-51

Bahasa pemograman yang digunakan mikrokontroler keluarga MCS-51 adalah bahasa assembly, yang pada dasarnya terdapat 2 macam inatruksi yaitu instruksi-instruksi yang digunakan memprogram mikrokontroler AT89S52 dengan bahasa assembly (instruction set) dan instruksi-instruksi yang digunakan untuk mengarahkan program assembler (assembler directive).

C. Kunci Magnetik

Kunci magnetik komponen dasarnya adalah solenoid. Solenoid adalah yang dibangkitkan dengan tenaga listrik, yang antara lilitan diberikan suatu isolasi.
D. Transistor sebagai saklar

Transistor berasal dari kata transfer-resistor, yang artinya tahanan pengalih. Tahanan pengalih artinya transistor mampu untuk mengalihkan arus masukan bertahanan rendah ke keluaran tahanan tinggi.

E. Serial Port

Komunikasi data serial sinkron di man pengiriman clock dilakukan secara bersamaan dengan data serial dan komunikasi data serial asinkron di mana pengoiriman clock dilakukan secara dua tahap yaitu saat data dikirim dan saat data diterima.

F. LCD (Liquid Cristal Display)

LCD adalah sebuah display yang ada pada saat ini sering digunakan. Display ini memiliki pengontrol data karakter berupa huruf, angka, simbol, atau tanda baca yang akan ditampilkan.

PEMBAHASAN

A. Perancangan Alat

Perancangan RFID sebagai alat pengotrol aktivitas merupakan solusi alternative sebuah sistem pengamanan. Untuk membuat system pengamanan ini, terdiri dari input : RF ID-12, Proses : Mikrokontroler AT89S52, Output : LCD dan Kunci Magnetik.

B. Perencangan Software

1. Diagram Alir Utama (Flow Chart)

Diagram alir digunakan untuk mengetahui alur kerja dari alat yang akan dibuat. Diagram alir juga dapat mempermudah orang lain untuk dapat mengerti bagaimana cara kerja alat.

2. Langkah-langkah Pemograman

Pembuatan program sumber menggunakan text editor yang memnfaatkan fasilitas Edit pada DOS. Program yang telah selesai disimpan dengan ekstension .ASM.kemudian program tersebut di assembling menjadi file berekstension .OBJ dan .LST. Selanjutnya adalah proses me-Linking file tersebut menjadi file yang berisi kode operasi heksa decimal (HEX) atau file yang berekstension .HEX. file yang sudah berekstension .HEXdiubah menjadi kode-kode biner. File program dengan ekstension .BIN itulah yang nantinya akan disimpan ke dalam IC mikrokontroler dengan suatu alat yang disebut dengan kabel ISP.

C. Prinsip Kerja Rangkaian

Ketika tag RFID di dekatkan hingga batas baca RFID reder, RFID-12 reader memancarkan gelombang elektromagnetik dan menginduksi RFID tag. Kemudian RFID tag akan mengirimkan kode yang terdapat di memory ID chip melalui antenna yang terpasang di tag. Selanjutnya RFID-12 mengirimkan kode-kode yang teridentifikasi tersebut kepada mikrokontroler AT89S52 secara komunikasi serial. Bila input dari RFID-12 sesuai dengan data yang tersimpan maka mikrokontroler akan memberikan logika 0 (low) pada kaki basis transistor, sehingga kunci magnetik akan terbuka.

DAFTAR PUSTAKA

Widodo Budhiarto, Perancangan Sistem dan Aplikasi Mikrokontroler, Jakarta : Penerbit Elex Media Komputondo.

Retna Prasetia & Catur Edi Widodo, Interfacing Port Paralel dan Port Serial Komputer dangan Visual Basic 6.0, Yoguakarta : Penarbit ANDI, 2004.

Agfianto Eko Putra, Teknik Antarmuka Komputer : Konsep dan Aplikasi, Yogyakarta : Penerbit Graha Ilmu, 2002.

K.F.Ibrahim, Teknik Digital, Yogyakarta : Penerbit ANDI, 1996

Sumber : http://jurnalelektronika.wordpress.com/

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s