Sepakbola (Tendangan Penalti dan Masalahnya)


Apa itu penalti….? Pernahkah kalian mengambil tendangan penalti….? Perasaan apa yang kalian rasakan saat mengambil tendangan penalti….?. Berikut ini akan dijelaskan mengenai Sepakbola (penalti), berikut masalah masalah tentang penalti itu sendiri, masalah pemain saat mengambil tendangan penalti dan lain lain mengenai penalti…..

Penalti merupakan suatu istilah dalam olahraga umumnya atau hukuman yang dialami apabila melanggar aturan, dalam sepakbola pinalti adalah hukuman apabila melanggar pemain (melakukan sliding keras atau dirty atau yang tidak diperbolehkan dikotak 12 meter), melanggar segala aturan dikotak 12 meter misalnya pemain (selain kiper) menyentuh bola dengan tangan.

99% penalti menghasilkan gol, tapi banyak juga kejadian yang dialami pemain profesional yang tidak bisa mencetak gol dalam melakukan tendangan pinalti, misalnya yang baru baru ini terjadi yaitu gagalnya Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang merupakan pemain terhebat abad ini, tapi pernah gagal dalam mengambil tendangan penalti. Berikut sepatah kata dari Jose Mourinho – pelatih Real Madrid

“…Setelah dua jam pertandingan, tidak mudah bagi Anda untuk mencetak gol penalti. Seorang pemain yang mengambil tendangan penalti adalah pemain tanpa rasa takut,” kata Mourinho. “Saya bangga dengan para pemain. Pemain terbaik seperti Lionel Messi dan Ronaldo juga gagal. Sepak bola memang seperti itu. Inilah hidup….”. (www.tempo.co)

“Semua orang membuat kesalahan. Manusia super cuma ada dalam film,” tegas The Special One.(sport.detik.com)

Image

Kegagalan Cristiano Ronaldo dalam babak adu penalti semifinal Liga Champions 2011/2012

Berikut Referensi dari Majalah Bolavaganza edisi 104 Juni 2010 dan edisi 57 Juli 2006:

From hero to zero!

Tiada tempat untuk seorang yang gagal di waktu yang tepat, itulah ungkapan satir dalam sepak bola modern yang menggambarkan betapa drama adu penalti menjadi momok untuk para pemain bintang. Roberto Baggio, Trezeguet dan Cristiano Ronaldo pernah merasakan hujan pujian karena keberhasilannya membawa timnya melangkah ke partai puncak, namun ketika di titik tersebut mereka terpeleset maka bayang-bayang kegelapan akan terus menghantui karir mereka hingga berhasil di lunasi.

Image

Kebintangan Roberto Baggio tenggelam hanya dalam hitungan menit di babak adu penalti

Tidak mudah mencetak gol dalam babak adu penalti, meski untuk sebagian pengamat yang mengatakan bahwa saat berhadapan dengan kiper yang hanya berjarak 12 meter dan lebar gawang hingga 7 meter. Tetapi ketika sudah memasuki lapangan untuk segera menendang bola, maka seorang pemain akan dihinggapi beban mental yang sangat tinggi. Bayang-bayang menjadi seorang pahlawan atau pecundang terus menghinggapi langkah mereka hingga wasit meniup peluit tanda harus dimulainya tendangan eksekusi.

Banyak pemain bintang terkenal yang gagal dalam melakukan tugasnya melakukan tendangan penalti, seperti dalam final Liga Champions 2002/2003 antara AC Milan melawan Juventus. Kegagalan Trezeguet, Zalayeta dan Montero serta hanya Del Piero dan Birindelli yang berhasil mencetak gol ke gawang Dida membuat Juventus kalah di partai pamungkas tersebut. Karena dari AC Milan sendiri hanya gagal oleh Seedorf dan Kalaze dengan berhasilnya gol dari Serginho, Nesta serta Shevchenko yang menjadi penentuan untuk kemenangan AC Milan 3-2.

Namun dua tahun kemudian di babak yang sama yaitu final Liga Champions 2004/2005 kembali Shevchenko menjadi aktor penentu, bedanya kali ini ia menjadi seorang pesakitan karena gagal mengeksekusi tendangannya ke gawang Jerzy Dudek dari Liverpool. Hanya Tomasson dan Kaka yang berhasil, sementara Pirlo serta Serginho gagal dan berbanding dengan Liverpool dimana hanya Riise yang gagal tetapi ketiga pemain lainnya berhasil, Hamman, Cisse dan Smicer.

Drama pada babak adu penalti seolah menjadi momok dan angker untuk dilakukan pemain bintang, bahkan oleh sosok seorang David Beckham yang piawai mengeksekusi penalti apalagi tendangan bebas. Tendangan sang super star yang melenceng jauh ke atas gawang Victor Baia pada perempat final Piala Eropa 2004 melawan Portugal hingga kini dikenang sebagai salah satu hari terkelam olehnya. Karena saat itu ambisi Inggris yang para pemainnya sedang memasuki usia emas harus gagal di tangan tuan rumah.

“Tak perduli sehebat apapun kita bermain sepanjang 120 menit, tak perduli setangguh apapun kita bertarung, namun saat memasuki adu penalti pemain langsung terjangkit penyakit psikologis dan sangat sulit untuk mencetak gol dalam situasi seperti itu,”

Ucap Frank Lampard menyikapi kekalahan Chelsea saat menghadapi Manchester United di final Liga Champions 2007/2008 ketika eksekusi John Terry dan Nicolas Anelka dimentahkan kiper Edwin Van Der Sar.

Atau ungkapan kekecewaan yang mendalam dari Roberto Baggio yang teringat tragedinya sendiri usai mengomentari pertandingan Italia melawan Prancis. “Bila anda kalah di lapangan, itu hal yang bisa di terima dan tak perlu menyesal, namun bila kalah karena adu penalti saya sungguh tak bisa menerima. Gara-gara tiga menit kalah dalam adu penalti, maka empat tahun persiapan tim menjadi lenyap sia-sia.”

Juga sebuah pernyataan menarik dari Fabio Capello, mantan pelatih Inggris yang malang melintang di beberapa klub Eropa dengan sukses seperti Juventus, Real Madrid, AC Milan serta Roma.

“….Ketika adu penalti terjadi, anda harus memilih pemain yang akan melakukannya. Anda bertanya dan pemain menjawab: Mohon jangan saya! Dan bahkan itu terjadi pada pemain bintang paling hebat sekalipun yang pernah saya latih….”

dan seperti yang diungkapkan Arjen Robben dalam semifinal Liga Champion 2011/1012 sebagai berikut

“Saya dan Casillas sudah saling mengenal satu sama lain karena kami pernah bermain bersama selama dua tahun. Itulah alasan kenapa saya menolak menjadi eksekutor adu penalti. Soalnya saya yakin lebih sulit mengambil penalti untuk kali kedua,” kata Robben dalam semifinal liga Champion 2011/2012.(gilabola.com)

(olahraga.kompasiana.com)

Memang sangatlah berbeda tekanan saat ditonton oleh orang banyak dengan hanya bermain biasa atau latihan saja, saat ditonton oleh orang banyak mental kita harus kuat saat melakukan tendangan penalti, rasa yakin untuk mencetak gol ditambah latihan yang rutin memang merupakan suatu kewajiban untuk pemain profesional.

Banyak pemain dunia yang hebat dalam melakukan tendangan penalti, di Indonesia pemain sepakbola profesional yang jago dalam mengambil tendangan penalti, misalnya seperti Bambang Pamungkas, Christian Gonzalez, Boaz Solossa, dan masih banyak lagi. Coba lihatlah cara mereka mengambil tendangan penalti, posisi kaki, cara menendang….! Lihatlah arah bola yang mereka tendang, kerumitan bagi kiper dalam menghalau bola dan wajah mereka saat sebelum dan melakukan tendangan….!. Itu semua merupakan satu kesatuan dalam melakukan tendangan pinalti, apabila sudah mengamati dan memahami, praktekkanlah dan latihlah, lama kelamaan kita akan terbiasa dan tentunya akan bisa. Untuk melatih mental saat melakukan tendangan pinalti, banyak cara dan pelatihan misalnya pelatihan membangun rasa percaya diri, kita juga harus menguasai penonton misalnya cuek atau sikap acuh, fokus  pada tujuan, anggap saja hanya ada dua orang yaitu diri sendiri dan kiper lawan.

Jadi jelas, dalam babak adu penalti atau bukan babak adu penalti, bukan hanya soal pengalaman seseorang yang terbiasa mencetak gol penalti saja, melainkan juga kesiapan mental dari seorang pemain tersebut untuk melakukannya…

3 thoughts on “Sepakbola (Tendangan Penalti dan Masalahnya)

  1. Ping balik: Bola Piala Eropa 2012 - Pemain Muda Yunani Akan Kejutan Piala Eropa 2012 | RuangKabar.com

  2. Gelo

    Gw paling jago nendang penalty di tmpat gw, emg sh aga sulit jga, dan tertekan kalo qta di liatin bnyk orng .Smua mata tertuju pada qta, sms gw .087885672511 .Mnendang pnalty .Sulit ta sulit, harus pd

    Suka

    Balas

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s