Tugas 5 Ilmu Budaya Dasar (IBD), Manusia dan Penderitaan


Berbicara mengenai Bencana

Setiap Negara di seluruh dunia pasti pernah merasakan yang namanya bencana alam . Bencana alam sebenarnya dapat disebabkan oleh ulah manusia dan dapat juga disebabkan oleh benda luar angkasa yang masuk kebumi atau yang bisa juga disebut meteor ,tapi sebenarnya bencana yang sering menimpa kita adalah bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia salah satunya yaitu bencana alam yang akan saya jelaskan berikut ini :

Banjir

Banjir adalah salah satu bencana yang setiap tahun pasti melanda setiap kawasan di Indonesia akhir-akhir ini ,Bencana ini biasanya datang saat musim dingin tiba (wilayah Eropa ),musim hujan tiba (wilayah Indonesia).Banjir telah banyak menelan korban jiwa yang sangat banyak ,banjir bukan hanya merendam rumah warga tapi banjir juga membawa wabah penyakit karena air yang dibawa banjir tersebut merupakan air kotor . Memang bencana ini merupakan salah satu bencana yang parah , tapi seharusnya kita tidak perlu begitu paniknya menghadapi bencana ini ,Karena bencana ini dapat kita pelajari penyebabnya ,solusi bagaimana cara penaggulangannya ,dan penyikapan diri kita akan bagaimana cara menghadapi bencana tersebut.

Penyebab terjadinya Banjir

Semua bencana pasti mempunyai penyebab ,Penyebab dari bencana banjir ini adalah kurangnya kesadaran manusia akan pentingnya menjaga lingkungan yaitu dengan membuang sampah sembarangan (di selokan ,kali /sungai ,dll)yang berakibat tersumbatnya saluran air sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar dan juga karena pembangunan gedung-gedung maupun bangunan-bangunan apapun ,yang tidak dibarengi dengan memperhatikan alam sekitar ,bencana ini juga dapat disebabkan oleh penebangan yang dilakukan secara liar atau ilegal . Akibatnya tidak adanya resapan air,karena tanah sudah tertutup semua oleh cor-an atau semen sehingga saat hujan ,airnya berkubang ditempat yang paling rendah ,dan terjadilah banjir . Disini seharusnya warga /masyarakat harus lebih sadar akan lingkungan sekitar ,karena lingkungan yang nyaman merupakan lingkungan yang didam-idamkan oleh warga/masyarakat tersebut juga ,kan….?.

Menyikapi bencana dan Penderitaan

Bencana dan pendaritaan adalah bagian yang tak mungkin terpisahkan dari kehidupan manusia,sangat mustahil jika ada seorang manusia yang tidak prnah mengalami penderitaan. Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.

Dalam mengahadapi suatu bencana dan penderitaan ada baiknya manusia berfikir positif. Berpikir positif merupakan suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada hal-hal yang positif, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi. Setiap pikiran positif akan melihat setiap kesulitan dengan cara yang gambling dan polos serta tidak mudah terpengaruh sehingga menjadi putus asa oleh berbagai tantangan ataupun hambatan yang di hadapi. Individu yang berpikir positif selalu di dasarkan fakta bahwa setiap masalah pasti ada pemecahan dan suatu pemecahan yang tepat selalu melalui proses intelektual yang sehat.

Membentuk sikap positif terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan akan membuat seseorang melihat keadaan tersebut secara rasional, tidak mudah putus asa ataupun menghindar dari keadaan tersebut, tetapi justru akan mencari jalan keluarnya. Berpikir positif berkaitan dengan perhatian positif (positive attention) dan juga perkataan yang positif (positive vernalization). Kita juga harus selalu yakin bahwa setiap penderitaan yang kita alami datang dari Tuhan Y.M.E. dengan hidup lebih berserah diri dan yakin akan kebesaran tuhan ,segala derita yang kita pikul juga bisa lebih terasa ringan.

Solusi menghindari bencana dan penderitaan

Sebenarnya suatu bencana dan penderitaan tidak dapat kita hindari, karena hal-hal tersebut sudah diatur dalam suratan takdir manusia.Namun dalam konteks lain ada usaha-usaha yang bisa dilakukan manusia untuk terjadinya bencana. Hal tersebut dapt saya katakan karena jika kita lihat dengan baik,benyak bencana-bencana yang terjadi diakibatkan oleh ulah manusia itu sendiri,seperti bencana banjir yang sesungguhnya dikerenakan sampah dan kurangnya daerah resapan air. Sampah yang menggunung jelas ulah manusia. Jika saja menusia tdak membuang sampah sembarangan dan memiliki pengetahuan lebih tentang daur ulang sampah maka tidak akan tejadi tumpukan sampah dimana-mana.

Senada dengan sampah,kurangnya daenrah resapan air juga dikarenakan ulah manusia yang menebang poon secara liar,sedikit demi sedikit hutan di indonesia akan habis karena terus menerus ditebang demi kepentingan beberapa orang bertanga jiahil.

Karena itu solusi paling tepat untuk menghindari bencana adalah memulaiya dari kesadaran dalam diri masing-masing individu untuk behenti melakukan tindaan-tindakan yang mampu memacu terjadinya suatu bencana yang pada akhirnya menyebabkan penderitaan. Sebaiknya cara yang paling tepat atau solusi yang paling tepat adalah tetap waspada saat mendekati musim musim mendekati bencana ,misalnya musim hujan . Kita harus tetap bersiaga dan selalu berdoa

Sikap kita mengenai bencana dan penderitaan

Sebagai warga indonesia jelas saya begitu miris melihat bencana yang terus terjadi di Negara kita tercinta ini. Namun seperti yang saya utarakan sebelumnya,bahwa banyak penyebab bencana itu datang dari manusia yang hanya mementingkan diri sendiri.

Bencana alam sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam,manusia, dan atau oleh keduanya dan menyebabkan korban manusia, penderitaan, kerugian,kerusakan sarana dan prasarana lingkungan dan ekosistemnya serta menimbulkan gangguanterhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat. Penanggulangan Bencana Alam yangdilakukan saat ini masih menyimpan beberapa masalah antara lain sebagai berikut:
• Kelambatan dalam mengantisipasi tanggap darurat bencana;
• Kurangnya koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan dalam pemulihan pasca bencana;
• Kerangka kerja kelembagaan lebih fokus pada pelaksanaan tanggap darurat bencana disbanding pemulihan pasca bencana serta pendanaan yang lebih ditekankan pada tanggap daruratbencana.
• Pemahaman atas pengurangan resiko bencana juga masih terlihat jelas akan kurangnya pemahaman dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana dan resiko bencana.
• Lemahnya kinerja kelembagaan dalam pelaksanaan pengurangan resiko bencana, kurangnya perencanaan dan pelaksanaan dalam pengurangan resiko bencana serta kurang terpadunya rencana penataan ruang dengan pengurangan resiko bencana.
• Ketidak pahaman masyarakat dalam memberikan bantuan terhadap para korban, mengakibatkan masyarakat yang menjadi korban bencana alam sangat bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah.
• Belum terpenuhinya pelayanan standar minimum yang disyaratkan oleh piagam kemanusia terkait dengan pemberian bantuan terhadap korban bencana, sehingga sering ditemui korban bencana terkesan tidak dipenuhi akan haknya terhadap kehidupan yang bermartabat.

4 thoughts on “Tugas 5 Ilmu Budaya Dasar (IBD), Manusia dan Penderitaan

  1. ram

    Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan gunung meletus itu menurut saya faktor alam, datangnya dari Allah SWT.
    Tapi kalau bencana seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran faktor manusia yang mengelola lingkungan.
    Bener ngga Bro….?

    Suka

    Balas

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s