Jenis-Jenis Resistor


Sebelumnya pada tulisan Pengertian Resistor sudah dijelaskan definisi dari resistor. Sekarang pada tulisan ini akan dijelaskan jenis-jenis resistor. Resistor memiliki beberapa jenis, yaitu : Resistor biasa, Resistor variabel / berubah-ubah, Light Dependent Resistor atau resistor yang aktif apabila terkena cahaya, dan Resistor yang berkerja berdasarkan suhu atau Thermistor. Dari jenis jenis tersebut, memiliki fungsi dan kegunaannya masing masing. Berikut ini jenis-jenis resistor :

  • Resistor biasa (nilai tetap)
    resistor

    resistor

    Resistor ini adalah resistor umum yang banyak digunakan, berbentuk silinder tabung dengan dua kaki tembaga di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat garis-garis berwarna berbeda melingkari badan resistor sehingga terlihat seperti gelang berwarna. Kode warna menunjukkan seberapa besar nilai hambatan yang ada pada resistor tersebut, sehingga nilai dapat diketahui tanpa harus mengukur menggunakan multimeter. Kode warna tersebut telah ditetapkan oleh standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association). Begitu juga dengan simbol resistor juga telah ditetapkan oleh standar nasional dan internasional menggambar simbol seperti IEC, ANSI.

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa warna-warna resistor menunjukkan nilai tahanan pada resistor itu sendiri. Bagaimana cara menghitung nilai resistor ? ( Baca cara menghitung nilai resistor untuk mengetahui caranya )

simbol resistor

  • Resistor variabel (nilai berubah-ubah)
    potensiometer dan trimpot

    potensiometer dan trimpot

    Resistor variabel adalah resistor yang nilainya dapat diubah-ubah nilai hambatannya dengan cara menggeser atau memutar, sehingga nilai resistor dapat ditetapkan sesuai dengan keinginan pengguna atau sesuai dengan kebutuhan. Jenis resistor ini dibagi menjadi 2, yaitu : Potensiometer / Rheostat dan Trimpot. Berikut ini simbol potensiometer dan simbol trimpot :

    simbol trimpot dan simbol potensiometer

    simbol trimpot dan simbol potensiometer

    Potensiometer sendiri merupakan komponen yang sebenarnya terdiri dari 2 resistor yang dihubungkan secara seri begitu pun dengan trimpot.

  • Light Dependent Resistor (LDR)
    ldr (light dependent resistor)

    ldr (light dependent resistor)

    Sensor Cahaya LDR atau Light Dependent Resistor adalah jenis resistor yang hambatannya berubah karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap, maka nilai tahanannya semakin besar, sedangkan bila cahayanya terang nilai tahanannya semakin kecil.

    LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.

    LDR digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Saklar cahaya otomatis dan alarm pencuri adalah beberapa contoh alat yang menggunakan LDR. Akan tetapi, karena respon terhadap cahaya cukup lambat, LDR tidak digunakan pada situasi dengan intensitas cahaya yang berubah secara drastis. Berikut ini simbol LDR :

    simbol ldr

    simbol ldr

  • Thermistor
    gambar komponen dan simbol ntc ptc

    gambar komponen dan simbol ntc ptc

    Thermistor adalah salah satu jenis resistor yang resistansinya berubah seiring dengan perubahan temperatur lingkungan. Ada 2 jenis thermistor, yaitu : Negative Temperature Coefficient (NTC), dan Positive Temperature Coefficient (PTC). NTC adalah salah satu jenis thermistor yang resistansinya mengecil apabila temperatur lingkungan meningkat dan resistansinya akan membesar apabila temperatur lingkungan menurun. Akibatnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian menjadi semakin besar. Sedangkan PTC adalah salah satu jenis thermistor yang resistansinya membesar apabila temperatur lingkungan meningkat dan resistansinya mengecil apabila temperatur lingkungan menurun.

    Thermistor dibuat dari bahan semikonduktor seperti nikel oksida, mangan oksida, atau kobalt oksida dan mampu melepaskan lebih banyak muatan seiring dengan peningkatan jumlah energi panas. Dengan karakteristik tersebut maka thermistor dapat menjadi sensor suhu pada peralatan yang membutuhkan otomatisasi pengaturan dengan salah satu variabelnya adalah suhu. Thermistor banyak dipakai sebagai sensor suhu penggerak kipas pada komputer, setrika listrik, termometer listrik, dan AC.

“…. Terima Kasih, Semoga tulisan mengenai jenis-jenis resistor ini dapat bermanfaat…”

Sumber : Buku Elektronika Dasar, dan id.wikipedia.org

One thought on “Jenis-Jenis Resistor

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s